Musim – Layur

Seringkali kau berjalan tak berarah Angin menyingkap rambutmu yang keras dan lemas Bisikan-bisikan batinmu kian menyerah Asamu maluap seperti lautan lepas Dan kau titipkan padaku sebuah harapan Menunggu musim tuk berlalu dan menyeru   (//) Daun-daun kering berguguran berterbangan tak berarah Mengisyaratkan musim baru kan segera datang Langit muram awan berarak berjajar merenda Bersenandung kepada … Continue reading Musim – Layur

float – sementara

Saya gak tahu kenapa saya mendadak menjadi se-sentimentil ini ketika mendengarkan lagu ini. Entah apakah itu dikarenakan suaranya bang Meng yang khas dan alunan musiknya yang sungguh melankolis sekali atau karena liriknya yang mampu membawa saya ber-flashback-ria. Lagu ini sudah lama ada nangkring di playlist indie music yang suka saya putar, entah itu di handphone, … Continue reading float – sementara

Listening to Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti by Banda Neira

Aku jatuh cinta pada lagu ini. Sama seperti ketika pertama kalinya aku mulai jatuh cinta pada mereka yang telah menciptakan Senja di Jakarta. Ini apik. Serius! Aku tidak tahu pengalaman apa yang sudah dilalui oleh mas Ananda Badudu dan mbak Rara Sekar sehingga sangat piawai menyuguhkan alunan yang menampar-menyesakan-menyadarkan kalbu akan kehidupan ini yang memang … Continue reading Listening to Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti by Banda Neira

Pertemuan #bagiankedua (Layur)

Kali ini aku ingin bercerita mengenai pertemuanku yang kedua. Semuanya tentang Layur. Ini Layur bukan yang dikenal sebagai nama jenis ikan, tapi ia seorang Layur, nama panggung dari sosok penyaji instrument sentimentil. Yah, itulah. Pertemuanku dengan Layur bisa dikatakan adalah suatu ketidaksengajaan. Kenapa bisa? nah, aku pun tidak tahu mengapa bisa. Aku yang tengah semangat … Continue reading Pertemuan #bagiankedua (Layur)

Pertemuan #bagianpertama (Banda Neira)

Sebenarnya tulisan mengenai duo nelangsa riang ini (re: Banda Neira) pernah saya tulis di blog lama saya. Namun, mengedit kembali suatu tulisan terkadang memang menjadi hal terfavorit yang saya lakukan ketika tengah bernostalgia kembali ke beberapa buah pikir yang pernah tertuangkan. Yah, begitulah yang hobinya mencari-cari kesalahan bukan orang lain tapi diri sendiri. Hmm. Banda … Continue reading Pertemuan #bagianpertama (Banda Neira)