Deret 2017.

Tiap tahun saya selalu membuat daftar keinginan, dari yang hanya satu atau dua hal kemudian berubah menjadi list-list panjang yang nangkring di jurnal harian yang sudah tiga tahunan ini tidak saya gunakan. Buat saya menuliskan keinginan itu adalah cara terampuh agar saya tidak lupa tujuan tentang apa yang ingin saya capai di tahun tersebut, ya walaupun terkadang terasa menyusahkan memang. Entah itu susah dalam berjuang untuk mewujudkan keinginan, hingga susah karena nambah-nambahin kerjaan, ya hidup lah – ya menjalani kewajiban lah – ya ditambah harus ngejar wujudin keinginan. Tapi kalau gak gitu apa kita masih akan tetap bergerak menuju perubahan? Iya, berubah dari yang tadinya seperti ini menjadi seperti itu, dari yang tadinya gak punya ini-itu menjadi punya ini-itu, dari yang gak bisa ini-itu menjadi bisa ini-itu, dan lain sebagainya. Karena lagi-lagi kehidupan itu bergerak-berubah, kalau diam ya mungkin kamu tengah menikmati ‘kematian’ saja.

Ah, lagi-lagi saya ngelantur. 

Pada intinya, kali ini saya mau menuliskan deretan keinginan yang ingin saya capai di tahun 2017 yang sudah berjalan empat bulan ini. Semoga dengan sisa waktu delapan bulan saya (dibantu dan direstui Allah SWT) buat  ngewujudin keinginan saya yang memang cukup banyak dan agak-agak nyusahin sih memang.

1. Project bangun rumah yang belum ada tangganya beres dan bisa ditempati bulan Juni nanti, biar pas lebaran udah di rumah baru. Iya, ceritanya gitu. 

2. Realisasi Goes to BanGar di Maret 2017. Reunian sama Mbak dan Mbok lagi.

3. Beli yoga mat biar terfasilitasi workout di rumah seminggu tiga kali. Jogging kalo sempet, dan harus disempetin kalo gak pergi jalan-jalan main/ngaji.

4. Bebas hutangnya ibu, aaben, aanang tahun ini. Do’a yang kenceng plus usaha yang rajin biar bebas bas bas.

5. Target baca 30 buku sampai pada tanggal 31 Desember 2017. 

6. Beli laptop baru buat gantiin si Acer young yang udah sering ngadat, kalau rezeki mumpuni beli Macbook Air lah ya. Beli aja ya, please beli jangan pake kredit-kreditan kek orang lain.

7. Memanfaatkan asuransi kantor buat check up ke orthodentist, benerin posisi rahang dan susunan gigi yang impaksi.

8. Bayar janji tiket kereta ke Malang sama Reni bolabapau, niat kuat khusus bukan buat ketemu si dia.

9. Konsisten belajar grammar dan speaking english, plus IELTS. Ikut sekolah inggris.

10. Setelah project bangun rumah yang belum ada tangganya selesai (sekitar Juli) akan seriusi soal rencana nikah. Malu bertanya (pada si dia yg sudah disukai oleh ibu saya) maka sesat rencana nikahnya. 

11. Naik kereta dan berwisata ke Yogyakarta sebagai hadiah ulang tahun untuk mamak tercinta. Kapan lagi kan ibu dan anak bisa ngetrip berdua?

12.  Ngecamp di Puncak Guha Garut Selatan adalah hadiah menyambut seperempat abad kehidupan. Yang diajak yang teman udah dekat dan yang nyamanin aja ya.

13. Goes to Semarang is the last trip on September 2017 with Mbak, Mbok, dan Isyanah yang punya kawasan. Habis itu udahan ya, udah bosen ngetrip, udah saatnya ngepelaminan aja sama si jodoh tea. 


Keinginan saya sampai saat ini baru sederetan ini sih, gak tahu besok atau lusa saya mau tambah lagi atau enggak. Tapi segini saja sudah membuat saya watir, takut kalau sampai malam pergantian tahun depan itu semua gak bisa saya wujudkan. Kan syedih!.

Udahlah ya..
ps: yang sudah saya coret berarti sudah saya eksekusi ya, hehe. Sampai saat ini (15 April 2017) sih baru segitu, masih banyak sisanya, hiks. Semangat dek Juhuli yaa..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s