puisi terakhir untuk seseorang

engkau ingat bahwa aku susah untuk dimengerti, bukan?

mungkin itu satu sebabnya engkau pergi

agar aku bisa belajar untuk mengerti diriku sendiri.

 

ps: terima kasih untuk beberapa tahun yang lalu ketika kamu memberikan kejelasan untuk pergi. Sejak saat itu, aku belajar untuk mengenal dan mengerti diriku sendiri. Kemarin, aku mendapatkan nasehat penting dari kawanku (re: sosok A) tentang rasa ketakutan terbesarku untuk menggenapkan diriku. Aku pikir, itu sebabnya hingga kemarin aku masih saja takut dalam menseriusi rencana pernikahanku. Terima kasih atas semua hal dan segala pembelajaran di waktu yang lalu. Ini hadiah terakhir untukmu yang secara tidak langsung membantu memperbaiki diriku. Mari kita berpisah dan tidak bertemu lagi. Tahun ini aku menginginkan Tuhan untuk melancarkan-menyegerakan hajatku dengan dia yang sudah tertulis di Lauhul Mahfudz.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s