Kacamata.

Beberapa minggu ini saya sedang dibuat galau-gundah-gulana oleh hal yang teramat remeh temeh sekali adanya. Saya bingung hanya karena topik ‘Kacamata’. Hal ini memang didasari karena hasil pemeriksaan mata yang saya lakukan dua minggu yang lalu di salah satu rumah sakit swasta yang ada di Garut. Alih-alih hanya mengantar teman, eh saya malah ikutan diperiksa juga.

Menurut saya, hasil pemeriksaan mata saya itu buruk sekali; astigmatis alias silinder dengan tingkat keparahan 0.25. Kenapa? Karena seumur-umur..se-24 tahun 5 bulan 16 hari usia saya, ini adalah kali pertama saya memperoleh hasil pemeriksaan yang membuat hati saya meringis. Bagaimana tidak, semua anggota keluarga saya tidak ada yang menggunakan kacamata, dan saya yang malah akan menjadi pelopor pemakai kacamata pertama di keluarga. Sungguh ini adalah kesalahan-kelalaian yang harus segera saya perbaiki.

Saya sadar dan mengakui bahwa kesilindrisan mata saya ini diakibatkan oleh gaya hidup saya yang tidak baik-benar-atau apalah itu namanya. Dari hasil saya berseluncur di dunia maya, disebutkan bahwa penyebab mata silindris itu selain karena bawaan genetik juga karena kebiasaan buruk yang dilakukan sehari-hari, seperti membaca buku sambil tiduran, menonton tayangan televisi atau menggunakan handphone dengan jarak yang terlalu dekat, kurang asupan vit. A, juga kelelahan baik karena paparan sinar matahari maupun cahaya dari barang elektronik lainnya. Nah, yang saya sebutkan tentang kebiasaan buruk itu tuh yang memang saya lakukan hampir setiap harinya. Saya suka sekali baca buku sambil tiduran di kasur atau di kursi pojokan di rumah, saya walaupun memang jarang nonton tv tapi seringkali menggenggam-memainkan hp hingga semalam suntuk, saya sering lupa dan malas sebenarnya untuk menggunakan kacamata baca/pelindung/anti radiasi baik saat membaca ataupun tengah serius di depan layar laptop, saya pun jarang pula mengkonsumsi makanan kaya vit. A, ditambah lagi dengan keadaan pekerjaan saya yang membuat saya lebih sering pulang nyetir malam-malam sendirian karena belum punya pengisi bangku kanan yang halalan toyiban haha. Jadi memang wajar sekali lah kalau mata saya sekarang ini mengalami astigmatis – tidak sebagus tiga tahun yang lalu sebelum saya nguli di dunia persusuan yang ke depannya akan saya jadikan batu loncatan saja. Hehehe.

Kacamata memanglah bukan suatu hal yang menyeramkan buat saya, tapi hanya membuat saya merasa malas saja. Ya, selain malas mengeluarkan budget buat beli kacamata, juga saya malas karena belum terbiasa dan harus dipaksakan untuk memakai kacamata setiap hari – setiap waktu – di manapun – kapan pun ya tetep harus, kudu!. Tapi demi kemaslahatan masa depan yang masih harus di jalani walaupun tidak tahu juntrungannya akan bagaimana kehidupan saya ini, maka saya mau ga mau atau suka ga suka ya memang sudah diwajibkan untuk menggunakannya sehingga nanti bisa memperbaiki apa yang sudah saya rusak; kesehatan mata saya. Semoga saya bisa segera memulihkan (isi dompet) mata saya yang amat sangat berguna sekali bagi kehidupan saya. 😁

 
ps: ngobrol-ngobrol soal kacamata, dulu dan sepertinya hingga sekarang Juli masih suka menilai seseorang yang mengunakan kacamata itu akan naik 50%-100% tingkat kegantengan/kecantikannya. Tapi kalau dipikir dari kesehatan dan ingin memperbaiki keturunan di masa depan, sepertinya lakik ganteng yang berkacamata akan tergeser posisinya sama yang suka makan makanan sehat & rajin olahraga. Eaa..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s