Me-Malang Raya

Malang terbuat dari hati, perjuangan dan janji. -Juli

 Sebaris kalimat diatas adalah inti dari apa yang menjadi dasar dari perjalanan yang saya lakukan saat golden weekend di awal bulan Mei lalu. Sungguh sebaris kalimat yang terbaca begitu manis dan puitis. Ya, puitis, sepuitis Joko Pinurbo yang mampu menghasilkan kicauan puisi itu di tahun 2013 yang maha dahsyat menggetarkan hati saya.

Yogya terbuat dari rindu, pulang dan angkringan.

 Bulai Mei lalu pula saya mulai mengibadahi puisi-puisinya JokPin ini, sehingga kehidupan saya jadi kacau berantakan waktu itu. Kembali galau, kembali terseret perasaan masa silam, kembali pada masa kebaperan yang berkepanjangan. Dan semua itu sangat melelahkan. Hampir setiap hari saya mengilas balik rekaman isi kepala saya sendiri tentang kenangan yang dihasilkan dari perjalanan di kota yang telah membesarkan sosok yang pernah dan semoga sekarang sudah tidak lagi mengisi kehidupan saya. Perjalanan yang ditujukan untuk memenuhi janji yang dibarengi dengan perjuangan sepenuh hati. Tsaah~

Perjalanan Me-Malang Raya ini memang tidak ditemani bahkan tidak dipertemukan dengan Mas Kecil yang sekarang nampaknya semakin mempesona dengan celana lapang belel dan rambutnya yang mulai memanjang itu. Perjalanan selama empat hari tiga malam itu saya habiskan bersama duo jones (re: jomblo ngenes) Mbak Mbok yang berharap bisa menemukan mas-mas santri bermata sayu untuk dijadikan pasangan. Sungguh satu perjalanan yang tidak dapat kami lupakan.

Perjalanan yang kami lakukan bertiga ini sebenarnya sudah kami rencanakan sejak awal tahun 2015 silam. Sebuah rencana reuni untuk kami bertiga dan di tambah satu orang yang jadi anggota grup WhatsApp yang paling ketje sejagad raya, Ayo Nikah 2016 dan sekarang menuju akhir tahun 2016 aja dan belum juga nikah, sabar lah ya. Grup ini sebenarnya adalah buah dari kecerewetan kami bertiga, saya-Mbok Al-Mbak Dep, yang notabene nya adalah alumni dari penghuni Wisma Cendrawasih Bara VI (re: Babakan Raya VI) Dramaga. Yah, itu lah grup yang menaungi dan memudahkan kami berkomunikasi, membicarakan kehidupan, bahkan mengghibahkan lelaki dan juga berbagai hal yang lainnya.

Bermodalkan tiket kereta ekonomi Bandung-Malang dan penginapan gratis di rumah penampungan milik Mbol Al akhirnya reuni pertama kami itu berlangsung amat-sangat-berksesan-sekali. Setidaknya perjalanan me-Malang Raya selama 5 hari 4 malam itu menjadikan kami kecanduan untuk kembali bertemu di lain tempat dan waktu. Sungguhlah memang bahwa bertemu adalah obat yang paling mujarab untuk melepas rindu.

Perjalanan Me-Malang Raya ini memang sebagian besar kami habiskan dengan mengobrol di setiap tempat yang kami kunjungi. Dan tentu berwefie ria pun tidak pernah kami lewatkan sebagai bentuk kenang-kenangan. Waktu itu kami hanya mengunjungi lima tempat saja. Selain Gunung Bromo dan Toko Es Krim Oen, tiga tempat yang kami tuju itu selalu berupa museum. Dimulai dari Museum Malang Tempo Doelo yang berisikan benda-alat-dokumen yang berkaitan dengan sejarah kota Malang dari jaman purbakala, pemerintahan Hindia-Belanda, Revolusi 1945 dan hingga sekarang, lalu dilanjutkan ke Museum Brawijaya yang didominasi oleh benda hingga buku/dokumen sejarah perjuangan baik dari jaman pra maupun pasca kemerdekaan RI, hingga berakhir di Museum Angkut Batu Malang yang memiliki konsep tematik mengenai moda transportation dari berbagai jaman. Sepertinya perjalanan Me-Malang Raya ini adalah langkah awal kami sebelum memulai tour de museum di tempat-tempat lain yang akan kami kunjungi nanti. Karena menurut kami mengunjungi museum adalah suatu hal yang istimewa, karena selain kita bisa teredukasi mengenai sejarah yang berkaitan dengan bangsa-negara, kita pun bisa tahu latar belakang dari berbagai kisah atau peristiwa bersejarah di masa lalu. Eaaa, hehe.

Hanya orang-orang susah move on yang betah berlama-lama mengunjungi museum. -anonim

 Saya akui bahwa masing-masing dari saya-Mbak-Mbok itu memiliki satu kebiasaan yang sama, yaitu sumo,susah move on. Saya sadari dan pahami betul bahwa selain faktor kenyamanan, mungkin karena salah satu alasan ini lah yang membuat kami bertiga ini bisa awet berteman baik hingga saat ini walaupun terpisah jarak yang cukup lumayan jauh adanya. Ya, saya-Mbak-Mbok adalah perempuan sumo. Butuh perjuangan yang ‘alon-alon asal klakon’ hingga saya dan mereka berdua yang entah sudah bisa beranjak atau belum dari sosok pujaan hatinya masing-masing untuk dapat tegar tak goyah sedikit pun di posisi sekarang. Hal ini memang berbeda sekali dengan keadaan saya setahun lalu yang masih lemah-letih-lesu-lunglai efek masih sering kepoin si Mas Kecil pujaan hati, walopun sekarang juga masih sih hehe. Saya tentu merasakan adanya perbedaan dalam cara menyikapi perasaan ketika sebelum dan sesudah beranjak dari Mas Kecil yang mempesona itu. Memang sih ketika perjalanan Me-Malang Raya itu saya agak-agak terbawa arus kebaperan efek puisi-puisinya Mas Aan Mansyur dan drama AADC 2 yang saya tonton bersama Mbak dan Mbok di Malang saat itu. Tapi, ya untungnya sepulang seselesai perjalanan Me-Malang Raya itu banyak kerjaan yang harus saya bereskan walaupun masih agak sedikit baper memang sehingga saya tidak lagi memikirkan baik tentang sikap Mas Kecil pada saat itu hingga mengenai isi percakapan yang berakhir tidak menyenangkan antara saya dengan Mas Kecil melalui surel yang kami lakukan sebelum perjalanan Me-Malang Raya itu dimulai. Dan bahkan saya pun lupa-melewatkan hari besarnya Mas Kecil ketika akhir bulan Mei lalu. Saya baru mengetahui bahwa saya melewatkannya itu karena postingan potret dirinya beserta caption ‘Happy Birthday’ yang dibuat oleh adiknya terpampang di timeline Instagram saya pasca satu hari setelah dia bertambah tua (semoga tidak menjadi tua yang menyebalkan lah ya kamu haha). Ah, tidak teringat hingga bahkan melewatkan hari besarnya itu adalah suatu pencapaian terbesar dalam hidup saya ketika beranjak dari sosok introvert yang satu itu. Times heal everything.

Ah, sungguhlah saya merasa bahagia karena sekarang sudah sampai di tahap yang tidak lagi ingin ambil pusing memikirkan tentang apa yang sudah terjadi di masa lalu hingga bahkan bagaimana jika saya bertemu kembali dengan sosok yang satu itu. Apapun itu, terserah saja lah. Perjalanan Me-Malang Raya yang saya lakukan awal bulan Mei lalu memang bukan untuk memenuhi-menyelesaikan janji saya baik kepada Mas Kecil ataupun untuk Bolabapau (yang merupakan teman saya dan Mas) karena sudah menyelesaikan studinya. Saya yakin akan ada masanya nanti untuk menyelesaikan janji saya kepada keduanya itu. Saya tidak tahu kapan saya bisa memenuhinya, entah itu esok, lusa atau bahkan hingga tahun-tahun mendatang pun saya tidak tahu, dan kalaupun nanti tidak bisa terpenuhi maka akan saya selesaikan dengan cara saya yang anggun, mengabari-meminta maaf karena tidak bisa memenuhi janji yang sudah saya buat beberapa tahun lalu. Karena bagaimanapun keadaan, suatu janji itu harus bisa diselesaikan. 😊


ps: Perjalanan me-Malang Raya waktu itu adalah perjuangan saya sepenuh hati untuk memenuhi janji kepada Mbak dan Mbok terhadap hubungan pertemanan kami. Karena sesuai dengan harapan kami bahwa kami ingin berteman hingga akhit hayat, maka dari itu masing-masing dari kami harus memperjuangkan atas hubungan pertemanan ini.

Karena saling memperjuangkan adalah dasar dari sebuah hubungan. Jika hanya salah satu pihak yang memperjuangkan, itu namanya bukan hubungan, tapi berjuang sendirian.

 

*Semoga saya bisa istiqomah untuk terus berusaha memenuhi-menyelesaikan janji yang saya buat. Semoga pertemanan antara saya-Mbak-Mbok bisa terjalin hingga akhir hayat dan jembatan untuk menuju ke jannah-Nya. Semoga saya dan Mas Kecil segera dipertemukan dengan jodoh kami masing-masing. Aamiin. 😁

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s