float – sementara

Saya gak tahu kenapa saya mendadak menjadi se-sentimentil ini ketika mendengarkan lagu ini. Entah apakah itu dikarenakan suaranya bang Meng yang khas dan alunan musiknya yang sungguh melankolis sekali atau karena liriknya yang mampu membawa saya ber-flashback-ria.

Lagu ini sudah lama ada nangkring di playlist indie music yang suka saya putar, entah itu di handphone, laptop atau bahkan hingga di kendaraan yang saya gunakan setiap hari. Tapi lagu ini jarang saya putar. Ya, jarang, bahkan mungkin tidak ingin saya putar. 

Saya gak suka memutar lagunya. Saya gak suka mendengarkan lagunya. Saya gak suka lagunya. Saya gak suka alunan musiknya. Saya gak suka liriknya. Saya gak suka akan kenangan yang teringat-terlintas kembali di pikiran saya ketika mendengarkan lagunya. Saya gak suka kesedihan yang dihasilkan setelah mendengarkan lagunya. Saya gak suka dalamnya helaan nafas yang harus saya lakukan karena menghayati rangkaian kata yang menjadi lirik lagunya. Serius, saya gak suka. Ya, saya gak suka karena saya sudah berbohong akan ketidaksukaan saya. Saya suka sekali lagunya. 

Float – Sementara

ps: bukannya Juli belum beranjak dari yang dulu, bukan. Juli hanya sedang larut dengan rangkaian kata yang amat magis dan alunan music yang mampu membawa Juli mengilas balik peristiwa yang sudah lalu adanya. Tenang saja, ini hanya sementara. Ya, sementara. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s