Nik(uli)ah.

Bagi perempuan yang sudah menginjak usia hampir mendekati seperempat abad dan tinggal di Indonesia, sudah menjadi suatu kewajaran jika di usia tersebut mulai terjadi kebimbangan dalam menentukan pilihan untuk dijalani ke depannya. Nikah atau kuliah (?). Hal tersebut pun tentu terjadi dalam perjalanan kehidupan saya. Ya, saya bingung mau memilih yang mana. Buat saya, menjalani kehidupan saat ini itu agak terasa lebih mudah jika dibandingkan dengan memikirkan bagaimana kehidupan saya setelah masa kerja saya di perusahaan ini selesai. Tentu dalam ajaran agama saya, sebenarnya dengan mengkhawatirkan masa depan adalah satu bentuk ketidakpercayaan terhadap keagungannya-kekuasaannya Tuhan kami. Seharusnya saya pun tidak usah khawatir dengan masa depan saya, saya cukuplah berusaha dan berdo’a sebaik mungkin di kehidupaan saat ini dan biarlah Tuhan saya yang mengarahkan jalan hidup saya ke depannya. Namun tentu bukan suatu bentuk kesalahan apabila kita mempunyai suatu cita-cita/keinginan/harapan yang baik untuk masa depan kita dan kita pun berusaha serta berdo’a agar hal itu dapat tercapai-terlaksana (?).

Di usia saya sekarang, dimana saat menggebu-gebunya keinginan untuk menikah dan membangun keluarga kecil dengan seseorang, saya malah menghidupkan lagi satu kegilaan yang ingin sekali saya wujudkan. Saya pikir hal itu sudah terkubur mati seiring berjalannya waktu selama tiga tahun ini saya menjalani pekerjaan yang tidak saya cintai. Keinginan gila atau mungkin bisa saya katakan sebagai cita-cita itu memang amatlah sederhana, saya ingin kembali melanjutkan studi master yang dulu kesempatan itu pernah saya lewatkan begitu saja. Ya, saat ini saya ingin kembali kuliah. Tentu tidak saat ini juga, karena saya amat sadar sekali bahwa saya masih terikat dengan pekerjaan saya saat ini hingga tiga tahun mendatang. Jadi jika saya memang akan bersungguh-sungguh mewujudkan hal gila itu, maka saya masih mempunyai waktu yang cukup untuk mempersiapkannya-memikirkannya.

Kembali hidup laginya kegilaan saya ini tentu bukan tanpa alasan. Hal itu didasari oleh kondisi kehidupan saya sekarang. Pekerjaan saya yang selama ini saya tidak cintai, stagnant nya kehidupan saya, dan keinginan menikah namun belum jelas kapan itu dapat terlaksana. Ya, perkara menikah atau melanjutkan studi memang merupakan dua hal yang amat sulit dipilih, terlepas dari perpaduan antara nikah dulu lalu lanjut kuliah, kuliah dulu lalu lanjut nikah, atau bahkan kuliah sambil menjalani pernikahan/menjalani pernikahan sambil berkuliah. Saya sadar bahwa dua hal tersebut tidak bisa dipilih salah satu, melainkan hanya bisa menjalani salah satunya lebih dulu atau keduanya sekaligus dalam satu waktu. Tentu secara pribadi pun saya akan lebih memilih dapat menjalani keduanya dalam satu waktu dan kalau bisa sih diusia saya yang sekarang. Namun saya yakin bahwa Tuhan pasti punya rencana lain yang lebih indah yang memang harus saya yakini dan sabar untuk menunggu.

Saya memahami betul bagaimana bekerjanya konsep pasrah/ikhlas dalam hidup, walaupun memang untuk mempraktikannya itu amat susah dan mempunyai tantangan tersendiri. Maka dari itu, saya pun sudah pasrah/ikhlas saja jika memang di usia 24 tahun ini saya belum menikah bahkan belum bisa mewujudkan harapan/cita-cita saya untuk kembali menuntut ilmu sesuai passion saya. Karena ya mau bagaimana lagi, saya ini hanya manusia biasa yang bisanya berencana-berusaha-berdo’a, namun hanya Tuhan YME lah yang bisa menentukan-mewujudkannya.

ps: Juli sedang bermuhasabah, merancang sebuah rencana perjalanan panjang yang harus dijalani mulai Januari 2017 hingga Desember 2019. Semoga Tuhan menguatkan dan melancarkan segala hal apapun dalam perjuangannya di kehidupan yang singkat ini. Aamiin..

©Juls

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s