Pertemuan #bagiankedua (Layur)

Kali ini aku ingin bercerita mengenai pertemuanku yang kedua. Semuanya tentang Layur. Ini Layur bukan yang dikenal sebagai nama jenis ikan, tapi ia seorang Layur, nama panggung dari sosok penyaji instrument sentimentil. Yah, itulah.

IMG_1976.JPG
*image source: https://soundcloud.com/layur

Pertemuanku dengan Layur bisa dikatakan adalah suatu ketidaksengajaan. Kenapa bisa? nah, aku pun tidak tahu mengapa bisa. Aku yang tengah semangat mengunduh beberapa file music Banda Neira di soundcloud malah tidak sengaja berpapasan dengan dia yang pada akhirnya membuat hatiku tertarik untuk mengetahui siapa dia dan apa saja yang ia sajikan. Dan dialah yang dengan musik dan suaranya yang pas-pasan dapat dengan seketika itu juga mengalihkanku dari Banda Neira. Sungguh terlalu sekali ia memang.

Suguhan yang pertama kali aku dengarkan dari layur yaitu alunan ‘The Morning Hills’ yang begitu menyenangkan hati, membuatku terseret menuju kehidupan di satu kota istimewa, Yogyakarta. Kali itu juga sku langsung jatuh cinta. Iya, alunan musik tanpa iringan vokal ini mampu memenuhi ruang rasa. Aku merasa terbius jujur saja. Dan karena itu akhirnya aku pun mulai dengan sabar dan penuh semangat untuk memiliki semua apa yang telah ia sajikan untuk pendengarnya. Aku aku kecanduan dan aku merasa beruntung dengan itu. Aku beruntung bisa bertemu layur, aku pikir begitu dulu dan hingga sekarang.

Sebenarnya sebelum aku bertemu Layur dengan jenis musiknya yang pop-ambient-acoustic-electronic music ini aku telah bertemu beberapa musisi lain yang sama seperti Layur. Sama-sama menyajikan musik tanpa iringan vokal. Ya, hanya sebatas instrument belaka. Semasa aku kuliah dulu aku bertemu Depapepe dan Kitaro Koi yang keduanya tampak berkebalikan ketika aku mendengarkannya. Yang satu penuh semangat, yang satunya lagi kadang bisa membuat hati sesak dan berujung dengan menangis. Itu sebatas pendapatku sih. Kedua penyaji musik instrument itu tidak menjadikanku setia. Aku malah tidak sengaja menghapus folder musik keduanya. Aku mudah bosan memang. Aku merasa seperti tidak ada warna lain yang dapat aku temukan dari mereka berdua. Hingga akhirnya pada akhir tahun 2014 lalu aku bertemu dengannya, Layur. Aku merasa pertemuanku dengan mas Pepi alias Layur ini seperti lain dari biasa dan adanya. Aku menemukan beberapa warna sekaligus. Tentu aku pun terkadang merasa bosan mendengarkannya, namun selalu saja ada lebih dari satu lagu yang membuatku kembali untuk betah berlama-lama mendengarkan dan malah menjadikanku memutar ulang semua lagunya. Ya, sepertinya kali ini aku benar-benar jatuh cinta pada sajian instrument sentimentil buah karya lelaki yang memiliki nama Febrian Mohammad itu.

Sayangnya untuk kali ini aku sedang tidak ingin menjelaskan siapa itu Febrian Mohammad atau yang lebih sering disapa dengan sebutan mas Pepi dan tentu dengan nama panggungnya Layur. Kalian bisa memperoleh data dirinya dari mesin pencari Google yang punya banyak sekali pengetahuan. Karna yang aku pahami hingga sekarang dari dirinya itu ialah batapa kerennya ia dalam menciptakan suatu karya. Hanya bermodalkan gitar dan komputer jinjing saja ia sudah bisa membuat musik seenak ‘Dawn’. Ah, surga sekali rasanya ketika entah itu pagi hari ataupun pada waktu yang lain aku bisa mendengarkan alunan musiknya yang begitu syahdu. Dan beruntunglah orang-orang yang bisa mengerti dan menikmati dengan baik musik seperti ini. Karena aku tahu bahwa musik instrument itu tidak mudah untuk disukai oleh sesorang. Tentu pada umumnya orang lebih banyak menyukai jenis musik yang sedang hits di billboard yang entah itu berasal dari mancanegara ataupun bisa dari dalam negeri. Namun buatku musik yang seperti inilah yang bisa menemani dalam  menikmati hidup dan sejenak membantu melupakan keruwetan dari berbagai aktivitas yang harus dijalani setiap hari. Semoga kalian seberuntung aku yang tanpa sengaja bertemu dengan Layur yang menyajikan alunan musik penuh dengan kesyahduan dan bisa membuatmu mengambang. Selamat mendengarkan..

*sila menikmati Layur di https://soundcloud.com/layur

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s