Menuju Patahan Lembang. Menikmati Kebersamaan di Puncak Bintang, Bandung.

Perjalanan ini sebenarnya sudah terlaksana lebih dari sekitar setengah tahun yang lalu. Tepatnya ketika masa libur Natal Desember 2015 kemarin. Sudah lama, namun baru semangat untuk mengulas kembali perjalanan singkat yang cukup menyenangkan batin para pejalan dadakannya.

image
Bersama @Sambil.Jalan

Jujur saja, ini adalah kali pertama saya explore wisata alam di Bandung. Malu sekali memang. Tapi ya tak apa lah dibandingkan jika saya tidak memulainya sama sekali, hehe. Kenapa memilih mengunjungi tempat Puncak Bintang atau yang lebih dikenal dengan Bukit Moko ini? Karena salah seorang teman saya yang jauh-jauh datang dari Bogor ngebet sekali untuk berkunjung ke tempat ini. Alih-alih mengejar sunrise, yang ada malah kami datang di siang bolong ke lokasinya. Hahaha, sungguh perjalanan yang penuh drama canda tawa bahagia baper galau bersama.

Kami berangkat menuju Puncak Bintang itu dari Sumedang. Maklum hanya di sana lah adanya tempat menginap gratis di kediaman salah seorang teman setelah kondangan. Dari Sumedang kami berangkat pukul 8 padahal niat awal ingin mengejar moment sunrise barengan. Antara niat dan gak niat saja sepertinya. Yang niat sekali itu hanya satu orang, yang gak niat tapi niat juga itu enam orang. Timpang sekali kan timbangannya? Wkwkwk, kesian memang.

Setelah menempuh perjalanan selama dua hingga hampir tiga jam kami pun sampai di Puncak Bintang atau Bukit Moko ini. Untuk transport kami memang menggunakan kendaraan pribadi karena mengingat jumlah pejalan yang butuh liburan ini cukup banyak dan tidak memungkinkan pula sebenarnya untuk menggunakan transportasi umum. Untuk perjalanan hingga terminal Cicaheum Bandung mungkin bisa saja menggunakan moda transportasi umum, namun setelah itu? Wih, jangan dibayangkan akan mulus-mulus saja perjalanan yang dilaluinya. Jujur, untuk jalanan yang kami lewati ini hanya sebagian saja yang bagus beraspal, selebihnya nikmatilah suasana roller coaster versi di atas perbukitan. Pemandangan di kiri dan kanan jalan memang menyuguhkan keindahan panorama pedesaan yang hijau oleh aneka tanaman sayur mayur milik penduduk sekitar yang umumnya bermata pencaharian sebagai petani. Lumayan untuk memanjakan mata selagi menempuh perjalanan mendaki bukit dengan duduk manis di dalam kendaraan hehe.

Pengelolaan kawasan wisata alam Puncak Bintang / Bukit Moko ini dikelola oleh Perum Perhutani sektor Jawa Bawar, jadi sudah umum adanya apabila kita ingin memasuki kawasan itu harus terlebih dahulu membayar tiket masuk kawasan. Harga tiket waktu itu kalau tidak salah sekitar Rp 15.000,- per orang. Namun ada tambahan biaya sekitar Rp 5000,- per orangnya bagi pengunjung yang berkeinginan untuk menginap/ngecamp di kawasan tersebut. Saat itu kami memang tidak berencana untuk menginap sih, tapi mungkin di lain kesempatan jika bisa berkunjung lagi tentu kami akan lebih memilih ngecamp di sana karena pemandangan di sana akan terlihat lebih indah ketika menuju malam hari. Yah, tidak ada yang bisa mengalahkan indahnya momen matahari tenggelam dengan semburat merah jingga tergambar jelas di langit sebelah barat sana. Romantis!

image
Siang hari menuju pintu masuk Puncak Bintang

Selain tegakan pinus yang mempesona dan tentu juga insta-able, di kawasan wisata Puncak Bintang / Bukit Moko ini kita menikmati indahnya kota Bandung yang dilihat dari lokasi Patahan Lembang. Tentunya di lokasi ini kami menikmati sisi kota Bandung yang menjurus ke daerah Lembang. Perjalanan menuju Patahan Lembang ini memang lumayan sedikit menghasilkan keringat dan meletihkan betis. Walau jaraknya hanya 2.7km namun dengan suguhan medan yang terus menanjak itu sudah sangat cukup membuat kami yang jarang olahraga ini menjadi agak kewalahan alias ngos-ngosan. Memang usia dan latihan fisik tidak pernah bohong lah ya hahaha. Numun ketika rasa lelah letih lesu lunglai lapar dan butuh air minum tapi sayangnya kami gak bawa bekal itu terbayar ketika kita sampai di lokasi yang disebut Patahan Lembang itu. Benar benar sejuk dan indah sekali lah di sana itu. Tidak Ada Nikmat Tuhan Yang Kami Dustakan, eeeaaaa~

image
Tegakan Pinus ©Juls

Perjalanan kami mengunjungi Puncak Bintang/Bukit Moko ini berakhir di Patahan Lembang saja. Lagi-lagi karena faktor 5L tadi dan juga rencana kami mengunjungi masjid Agung serta Alun-Alun kota Bandung menjadi alasan kami tidak sempat mengeksplore lebih jauh mengenai lokasi lainnya yang tentu punya pemandangan indah tersendiri. Sayang sekali memang, tapi mau bagaimana lagi, teman sekaligus supir kami ini sudah ngebet ingin mengambil gambar di terowongan yang ada sebaris kalimat romantis yang menjadi kekinian dari tulisan kang Pidi Baiq itu loh, jadi ya kami mah manut wae lah. Supir yang bawa, kami duduk manis aja hehehe.

image
Bandung dari Patahan Lembang ©Juls

Untuk perjalanan mengunjungi tempat romantis ketika sunset ini adalah langkah awal saya mulai mengeksplore beberapa lokasi wisata alam yang ada di Bandung. Saya sih inginnya datang ke lokasi yang benar-benar ‘real nature’ dan belum terjamah banyak orang, tapi ini Bandung toh? Tempat di mana Tuhan menciptakannya sambil tersenyum sehingga di setiap tempat yang indah sudah pasti banyak ditemukan segerombolan manusia bertangan tongkat narsis ingin juga ikutan senyum. Memang tidak ada yang salah dari manusia tongsis, yang salah itu jika yang bertangan tongsis buang sampah sembarangan 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s