Merindu Hidup Baru.

Setahun bayang bermuram durja
merangkak, perlahan berjalan
aku bosan.
Diterjang badai dan angin kencang
aku ingin pulang
kembali saja ke peraduan.

Di sini bukan bahagia yang aku dapatkan
tapi bergumul dengan sekumpulan kemunafikan
dalam setahun bertopengkan kawan
walau lawan tertulis dibalik bayang.

Menunggu waktu tepat untuk meluruh
kembali pulang, untuk cita yang selalu bergumuruh
bukan tak ingin kaya menjadiku itu
tapi percuma bila bahagia hilang berlalu.

Kaki hanya berjalan sekali waktu
aku tak ingin ada tangisan mengingat masa lalu,
maka biarlah caraku yang berlaku
untuk awal hidup yang baru.

Sungguh aku benar-benar rindu
padamu, engkau tahun baruku.
Mungkin pada sabar aku harus berguru
sebelum 30 hari lagi aku menemuimu,
Januariku.

 

ps: tulisan ini lahir ketika Juli sedang merasa jenuh dengan hidupnya yang lama (dan masih saja dijalaninya hingga sekarang dan semoga hanya sampai delapan belas bulan mendatang), hari itu, Selasa, 25 November 2014. Juli sedang merencanakan hidup baru, walau kini bukan lagi Januari yang ditunggu. Juli menunggu Juli yang akan datang setelah delapan belas bulan berlalu setelah saat ini. Semoga Juli dapat segera bertemu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s