Jalan Tak Ada Ujung.

Jalan Tak Ada Ujung, sebuah novel roman karya Mochtar Lubis yang diterbitkan pada tahun 1952.

IMG_2301
Dokumentasi Juli, Desember 2015.

Sungguh roman yang penuh makna. Saya menguliti roman ini hanya dalam hitungan jam saja. Menarik. Sekali mulai membaca, maka setelah itu terjangkitlah saya pada rasa ketagihan untuk segera menyelesaikannya.

Saya menyukai setting pada roman ini. Saya dibawa pada masa-masa kemerdekaan, kembali pada tahun 1945.

Saya seperti masih dapat merasakan semangat pasca kemerdekaan yang begitu menggelora, perjuangan para pemuda yang tak ada habisnya untuk melawan Belanda. Dan dua tokoh yang sangat menonjol yang dikenalkan Mochtar Lubis dalam romannya ini, yaitu Guru Isa dan Hazil. Dua tokoh yang amat berbeda karakternya. Guru Isa, seorang guru yang penuh dan selalu dihantui dengan rasa takut dalam hidupnya, bahkan saya merasa dia seorang pengecut yang tidak memliki kesempatan untuk berlari dan harus melawan rasa takutnya sendiri. Hazil, pemuda yang begitu pemberani, tegas, penuh semangat dalam berjuang untuk melawan Belanda. Keduanya sungguh sangat bertolak belakang namun saling melengkapi. Keduanya saling berkawan walau ada ada pihak yang melakukan pengkhianatan. Kisah dalam roman ini tak hanya melulu tentang perjuangan, tentu Mochtar Lubis pintar sekali menyisipkan kisah percintaan untuk menggali bagaimana sikap dan kepribadian Guru Isa, Hazil, dan Fatimah (*istri Guru Isa) dalam menghadapi persoalan yang mereka buat sendiri. Antara kesetiaan dan pengkhianatan, semuanya diceritakan dengan apik oleh Mochtar Lubis.

Kisah dalam roman ini memang lebih dalam memberikan gambaran dari sisi perjuangan yang memiliki dua wajah, dari Guru Isa yang begitu penakut pengecut dalam menghadapui perjuangan, dan Hazil yang begitu pemberani. Kisah Jalan Tak Ada Ujung ini memang sangat menyorot pada Guru Isa, karena saya rasa memang dia lah tokoh utama dalam kisah ini. Bagaimana Guru Isa merasa tertekan dan dihantui oleh rasa takutnya sendiri selama ia ‘terpaksa’ harus ikut dalam perjuangan untuk melawan Belanda. Guru Isa yang notabene takut akan kekerasan dan harus menghadapi kekerasan sebagai makanan keseharian, menghadapi kisah perselingkuhan yang dilakukan istirnya, Fatimah dengan Hazil kawan perjuangannya sendiri, tentu semakin menambah beban berat dalam benak pikirannya yang dengan mudah membuat lemah fisik maupun psikisnya. Guru Isa yang begitu pengecut dalam menghadapi kenyataan yang harus ia ketahui dan lebih memilih lari dan menyimpan semuanya sendiri karena takut menghadapi kenyataan yang harus diketahuinya jika ia memaksa bertanya ‘apa yang sebenarnya terjadi?’. Semua pergolakan batin Guru Isa memang tidak pernah ada ujungnya.

Ini adalah kali pertama saya membaca karya Mochtar Lubis. Kali ini saya memang tengah melakukan project pribadi dimana saya tengah mengumpulakan beberapa karya lawas dari para sastrawan Indonesia. Dengan bahasanya yang lugas, Mochtar Lubis menyampaikan satu pesan penting yang terkandung dalam kisan roman Jalan Tak Ada Ujung,   “Orang harus belajar hidup dengan ketakutan-ketakutannya…. Semua orang, hidup dan mempunyai dan menyimpan ketakutan-ketakutan sendiri”   (hlm 168).

Ketika kita menyadari bahwa diri kita memiliki ketakutan tersendiri terhadap suatu hal, maka belajarlah untuk berkawan dengan ketakutan itu sendiri, karena ketika kita menerima ketakutan tersebut kita akan merasa terbebas dari kungkungan rasa takut yang sering melanda. Itulah pesan penting yang disampaikan Mochtar Lubis melalui Guru Isa yang begitu penakut dan pengecut dalam menghadapi ketakutannya sendiri namun mampu belajar dan berkawan dengan ketakutannya sendiri sehingga mampu bebas dari kurungan rasa takut dan mengembalikan kelaki-lakiannya.

Roman yang sangat apik dan tentu wajib kamu baca.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s